Salam Dari Gunung

| Oktober 2007|

Ya, saya bangga bisa mengucapkan ini pada para sahabat dan kerabat saya di Jakarta saat chatting atau berkirim e-mail! Saya memang tinggal di kaki gunung sekarang, begitu jauh dari yang namanya kebisingan, kemacetan, kepadatan metropolitan DKI Jakarta. Ah.. jangankan Jakarta, Vancouver saja sudah jauh karena untuk ke sana berarti saya harus rela berkendara dulu selama 14 jam non-stop (alhasil TB pasti alias tired bum bahasa orang sini). Kalau mau lihat macet, yah.. lumayan di TV saya bisa melihat reportase lalu lintas Vancouver, oke deh.. mirip-mirip macetnya Jakarta juga sih (tanpa tambahan ‘nyebelinnya proyek busway dan monorail, tentunya)!

Yang membuat saya bangga setiap mengucapkan “salam dari gunung” adalah saya bisa melakukan banyak hal dalam 4 jam. Seorang sepupu saya berkomentar (entah sinis, entah kenyataan) mengenai rajinnya saya berkirim e-mail atau chatting sejenak itu tidaklah mungkin diimbangi olehnya karena dia punya banyak segudang kesibukan dan kekurangan waktu. Hhhhmm… orang Jakarta memang selalu sibuk, karena setidaknya harus punya, setidaknya, ekstra waktu 4 jam untuk dihabiskan di perjalanan mereka, bukan? Nah, sejak saya tinggal di kaki gunung ini, saya bisa menikmati 4 jam ekstra itu untuk banyak hal. Kalau saya mau ke pusat kota, dalam 30 menit selesai sudah semua urusan saya, dari urusan belanja dapur sampai cek surat di kantor pos. Mau agak-agak lain sedikit, saya suka jalan kaki ke pusat kota, saya habiskan waktu sekitar 30 menit untuk pulang pergi. Sisa waktu saya adalah untuk kerja suka rela di perpustakaan, menikmati detik-detik sebagai domestic goddess, bermain internet, mencari ide dan tidur siang.

Kebanggaan lain sebagai orang gunung adalah di depan rumah saya pemandangan yang terlihat adalah gunung dan pepohonan. Halaman belakang, ya.. hutan. Kalau iseng-iseng “take a walk” ke sana (ini ritual mingguan suami saya), Anda bisa menemukan jejak rusa dan beruang. Menatap ke atas, langit biru yang sebiru-birunya bisa Anda nikmati. Semua gratis!

Oh ya, kemarin saya pergi ke kota yang agak besar sedikit, Dawson Creek namanya. Di perjalanan, dalam kurun waktu kurang dari 1 jam, saya melihat banyak macam pelangi. Dari yang hanya seperempat lingkaran sisi kiri lalu sisi kanan hingga setengah lingkaran penuh. Saya pun jadi menyanyikan lagu anak-anak tentang pelangi sambil menikmati pemandangan indah di depan mata itu. Lalu di perjalanan pulang, menjelang maghrib, saya melihat moose dan beberapa rusa. Macet? Ah tidak pernah saya alami di sini!

Tinggal di kaki gunung, saya pun jadi semakin dekat Sang Maha Pencipta dan menjalani hidup lebih simpel. Kelihatannya suami saya benar, katanya saya sudah menjadi “kampung girl”, bukan “metropolitan chick” lagi.

Salam dari gunung!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: