Ding!

Ding…
“Wah… berita sudah menyebar ternyata!” kataku.
“Anggap saja berita baik.” katamu.
Ding...
“Ada yang dengar omongan gak enak tentang kenapa kamu cerai” kataku.
“Resiko.” katamu.
Ding…
“Katanya kamu dicerai karena matre!”kataku.
“Kalau gitu aku harus ke laut aja dong?”katamu.
Ding…
“Katanya lagi kamu dicerai karena selingkuh!”kataku.
“Katanya kan?”katamu.
Ding…
“Hhhmm… katanya juga kamu mandul!”kataku.
“Sungguh menarik.”katamu.
Ding…
“Gila! Dia proklamasi ke seluruh dunia tentang urusan cerai kalian? Mulut kok kayak comberan?”kataku.
“Biarinlah… mulut mulutnya.” katamu.
Ding…
“Ada yang bilang tampaknya dia butuh justifikasi.”kataku.
“Kasihlah…” katamu.
Ding…
“Mereka gak percaya semua omongannya.”kataku.
“Alhamdulillah.”katamu.
Sungguh kukagumi kesahajaanmu, teman.
Ding…
Klik.
Kurasa tak perlu lagi kubaca SMS teman-teman kita.

TR, 1 February 2011 @ 23: 18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: